Selasa, 10 April 2012

DAYA HANTAR LISTRIK LARUTAN


DATA HANTAR LISTRIK LARUTAN

A.       Gejala Hantaran Arus Listrik
Arus listrik timbul karena adanya aliran elektron, yaitu suatu partikel bermuatan negatif. Elektron-elektron ini mengalir melalui suatu bahan yang disebut konduktor, seperti besi dan kawat tembaga. Bahan konduktor seperti logam, bersifat menghantarkan arus listrik sehingga menyalakan bohlam.
Fokus Kimia
Senyawa ionik dalam bentuk padatannya tidak dapat menghantarkan arus listrik. Akan tetapi, tahukah anda bahwa kandungan ion-ionnya tetap bergetar dalam ikatan senyawanya? Jika padatan itu dilelehkan atau dilarutkan dalam air, ion-ionnya akan melepaskan diri dari ikatan dan bergerak bebas dalam lelehan atau larutannya
Untuk mengetahui suatu cairan dapat menghantarkan arus listrik atau tidak. Dapat dilakukan Kerja Ilmiah sebagai berikut:
Uji Daya Hantar Listrik Larutan

Tujuan :
Menguji daya hantar listrik beberapa larutan serta mengamati gejala berlangsungnya hantaran arus listrik.
Alat dan Bahan:
1.   Seperangkat alat uji elektrolit yang disusun seperti pada gambar disamping.
2. Larutan CH3COOH 1 M
3. Larutan NH4OH 1 M
4.  Larutan NaOH 1 M
5. Larutan HCl 1 M
6. Larutan NaCl 1 M
7.  Larutan gula 10%
8. Larutan urea 10%
9. Larutan alkohol 10%


Uji Pemahaman 1
Kerjakanlah pada buku latihan anda.
1.         Apa yang menyebabkan timbulnya arus listrik?jelaskan.
2.       Bagaimana cara membedakan kemampuan suatu cairan dalam menghantarkan arus listrik?
3.       Berdasarkan kemampuannya menghantarkan arus listrik, kelompokkanlah cairan berikut: CH3COOH 1 M; Gula 10%; Alkohol 10%; Air Murni; HCl 1 M; MgCl2 1 M, dan Urea 10%


B.       Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit
Larutan elektrolit : larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, memberikan gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji atau timbulnya gelembung gas dalam larutan.
Larutan nonelektrolit : larutan yang tidak menghantarkan arus listrik dan tidak menunjukkan gejala-gejala tersebut.
Elektrolit kuat : lampu menyala dan membentuk gelembung gas.
Elektrolit lemah : lampu redup/tidak menyala dan membentuk gelembung gas.
Eksplorasi Kimia
Selain air, senyawa asam dan basa juga termasuk elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik. Misalnya, asam sitrat yang terdapat dalam buah jeruk. Anda dapat membuat sel listrik klip kertas dan kawat tembaga ke dalam buah jeruk. Dekatkan jarak kedua logam tersebut, kemudian uji dengan voltmeter yang tingkat pengukurannya sampai milivolt. Gejala apakah yang ditimbulkan? Gejala itu timbul karena adanya arus listrik yang dihasilkan sel jeruk tersebut. Jika jeruk tersebut diganti dengan tomat, perkirakan oleh anda, bagaimana hasilnya?
Larutan elektrolit kuat terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit kuat kedalam pelarut air.senyawa elektrolit kuat dalam air dapat terurai sempurna membentuk ion positif (kation) dan ion negative (anion). Arus listrik merupakan arus elektron. Pada saat elektron dilewatkan ke dalam larutan elektrolit kuat, elektron tersebut dapat dihantarkan melalui ion-ion dalam larutan, seperti dihantarkan oleh kabel. Akibatnya, lampu pada alat uji elektrolit akan menyala.
Larutan
Nyala Lampu
Gelembung Gas
Ada
Tidak
Ada
Tidak
Larutan Urea
Larutan Ammonia
Larutan HCl
Larutan Cuka
Air Aki
Larutan Alkohol
Air Laut
Larutan H2S
Air Kapur
Larutan Gula
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-

“Bagaimana larutan elektrolit kuat dan lemah dapat menimbulkan gejala berupa adanya gelembung gas?”
Jawab: berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh kimiawan dan fisikawan Inggris, Michael Faraday (1791-1876), diketahui bahwa jika arus listrik dialirkan ke dalam larutan elektrolit akan terjadi proses elektrolisis yang menghasilkan gas. Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reaksi reduksi dan ion negatif mengalami reaksi oksidasi.
Contoh pada larutan HCl terjadi reaksi elektrolisis yang menghasilkan gas hidrogen sebagai berikut.
                                HCl(aq) H (aq) + Cl (aq)
Reaksi reduksi:       2H (aq) + 2e H2(g)
Reaksi oksidasi:      2Cl (aq) Cl2(g) +2e
Uji Pemahaman 2
1.         Apakah yang terjadi jika larutan garam dan larutan gula diuji dengan nyala lampu? Jelaskan jawaban anda.
2.        Larutan elektrolit terbagi menjadi elektrolit lemah dan elektrolit kuat. Apa perbedaan kedua jenis larutan ini dan bagaimana cara membedakannya?

PENGENALAN ASAM BASA ARRHENIUS


1.
A.       Teori Asam-Basa Arrhenius dan pH Larutan
1.         Teori Asam-Basa Arrhenius
Asam berasal dari bahasa latin “acetum”, yang berarti cuka.
Basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu.
Salah satu teori mengenai asam basa yang banyak digunakan adalah asam-basa Arrhenius.
1.         Asam
Svante Arrhenius pada tahun 1807 menyatakan bahwa senyawa asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion H .
Contoh :   HCl(aq) H (aq) + Cl (aq)
                H2SO4(aq) 2H (aq) + SO4 (aq)
Berdasarkan jumlah ion H  yang dapat dilepaskan, senyawa asam dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:
1)         Asam monoprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan satu ion H . contoh : HCl(aq), HN0­3(aq), CH3COOH(aq).
2)       Asam diprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan dua ion H . contoh : H2SO4(aq), H2CO3(aq).
3)       Asam triprotik, yaitu senyawa asam yang melepaskan tiga ion H . contoh : HPO4(aq).
Asam diprotik dan tripotik dikenal juga dengan istilah asam poliprotik, yaitu asam yang memiliki lebih dari satu atom H .
2.        Basa
Menurut Arrhenius, senyawa basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan ion OH .
Contoh :   NaOH(aq) Na (aq) + OH (aq)
                Ca(OH)2(aq) Ca (aq) + 2OH (aq)
Berdasarkan jumlah gugus OH yang diikat, senyawa basa dikelompokkan dalam beberapa jenis,yaitu:
1)         Basa monohidroksi, yaitu senyawa basa yang memiliki satu gugus OH . Contoh: NaOH(aq), NH4OH(aq).
2)       Basa dihidroksi, yaitu senyawa basa yang memiliki dua gugus OH . Contoh: Ca(OH)2(aq), Ba(OH)2(aq).
3)       Basa trihidroksi, yaitu senyawa basa yang memiliki tiga gugus OH . Contoh: Al(OH)3(aq), Fe(OH)3(aq).
Basa dihidroksi dan trihidroksi disebut juga basa polihidroksi, yaitu basa yang memiliki lebih dari satu gugus OH .
3.        Pengujian Ion H  dan OH  dalam larutan
Bagaimanakah cara mengetahui cara mengetahui adanya H  dan OH  dalam larutan?
Pengujiannya dapat menggunakan kertas lakmus. Ada dua jenis kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Adanya ion H  dalam larutan dapat memerahkan kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah atau lakmus merah tidak berubah warna). Sedangkan adanya ion OH  dalam larutan dapat membirukan kertas lakmus (lakmus merah berubah menjadi biru atau lakmus biru tidak berubah warna).


2.       Pengenalan Asam Basa
Sifat asam atau basa suatu senyawa dapat diketahui dengan cara dicicipi. Namun, pengenalan dengan cara ini beresiko tinggi karena ada senyawa kimia yang bersifat racun. Pengenalan senyawa asam dan basa dapat dilakukan dengan menggunakan kertas lakmus dan indikator asam-basa.
1.         Kertas Lakmus
Dua macam yang biasa digunakan untuk mengenali senyawa asam atau basa, yaitu kertas lakmus merah dan kertas lakmus biru. Kertas lakmus biru berubah menjadi merah jika bereaksi dengan asam, sedangkan kertas  lakmus merah berubah menjadi biru jika bereaksi dengan senyawa basa.
Larutan
Perubahan
Lakmus Merah
Lakmus Biru
Kesimpulan Sifat Zat
Air Sumur
HCl
Air Jeruk
NaOH
NH4OH
Glukosa
Minuman “softdrink”
Air aki
Air kapur
Tidak berubah
Tidak berubah
Tidak berubah
Biru
Biru
Tidak berubah
Tidak berubah
Tidak berubah
Biru
Tidak berubah
Merah
Merah
Tidak berubah
Tidak berubah
Tidak berubah
Merah
Merah
Tidak berubah
Netral
Asam
Asam
Basa
Basa
Netral
Asam
Asam
Basa

2.        Indikator Asam-Basa
Indikator asam-basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.
Indikator
Warna setelah ditambahkan Indikator
Larutan Asam
Larutan Basa
Larutan Netral
Fenolftalein
Bromtimol
Metil merah
Metil jingga
Tidak berwarna
Kuning
Merah
Merah
Merah muda
Biru
Kuning
Kuning
Tidak berwarna
Biru
Kuning
Kuning

Uji pemahaman 1
1.         Suatu larutan memiliki Ph = 12, ketika kedalam larutan tersebut dicelupkan lakmus biru, warna lakmus biru tidak berubah. Bagaimana sifat larutan tersebut, asam atau basa? Jelaskan alasan anda.